Mahasiswa STIE YPPI Dampingi UMKM Melalui Program KKU Di Tengah Pandemi Covid 19

“Selain itu, program KKU juga merupakan kegiatan kurikuler yang dipadukan dengan dharma pengabdian kepada masyarakat.”

 

Rembang, (21/10/21), STIE YPPI Rembang menyelenggarakan pembukaan pelaksanaan Kuliah Kerja Usaha (KKU). Kegiatan ini resmi dibuka oleh Ketua STIE YPPI  Rembang didepan perwakilan peserta KKU, jajaran pimpinan STIE YPPI Rembang dan Perwakilan Dosen Pendamping Lapangan. Dalam sambutannya, Ketua STIE YPPI Rembang bapak Drs. H. Muhammad Asrori, M.Si memberikan arahan sebelum mahasiswa melaksanakan program KKU. KKU diselenggarakan selama satu bulan tepatnya mulai tanggal 21 Oktober 2021 sampai 21 November 2021.

Program KKU merupakan bentuk aplikasi nyata dari teori-teori yang didapat mahasiswa kedalam praktek lapangan khususnya pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Program yang setiap tahunnya diselenggarakan ini, ditempuh oleh mahasiswa semester lima sebagai prasyarat untuk menempuh skripsi. Selain itu, program KKU juga merupakan kegiatan kurikuler yang dipadukan dengan dharma pengabdian kepada masyarakat. Tujuan program KKU ini sesuai dengan visi STIE YPPI Rembang, yaitu “Menjadi Perguruan Tinggi Terkemuka di Pantura Jawa Tengah Bagian Timur Paling Lambat pada Tahun 2025 yang Menghasilkan Lulusan Unggul dalam Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Berjiwa Entrepreneur dan Mandiri”.

Pada tahun 2021, tercatat 136 mahasiswa yang mengikuti KKU yang terdiri dari 42 mahasiswa jurusan Akuntansi dan 94 mahasiswa jurusan Manajemen dengan 69 UMKM yang didampingi. UMKM tersebut tersebar di 12 Kecamatan diantaranya Kec. Rembang (29), Kec. Lasem (8), Kec. Kaliori (3), Kec. Sale (1), Kec. Sulang (7), Kec. Bulu (1), Kec. Sluke (3), Kec. Pamotan (3), Kec. Pancur (6), Kec. Kragan (6), Kec. Sarang (1) dan Kec. Sedan (3). UMKM yang didampingi pada program KKU ini, memiliki syarat minimal dua tahun telah beroprasi ataupun belum ada dua tahun beroperasi tetapi sudah layak untuk didampingi dan jenis usahanya manufaktur atau jasa (bukan perbankan).

Melalui program KKU, mahasiswa melakukan tiga bentuk teknis dalam pelaksanaan KKU. Bentuk teknis tersebut meliputi pendampingan, pemberdayaan dan fasilitator UMKM. Diharapkan output  dari kegiatan tersebut, mahasiswa dapat terbekali ilmu usaha dalam dunia nyata sebelum terjun di tengah masayarakat nantinya.

Pelaksanaan KKU ini dilaksanakan di tengah-tengah kondisi saat dunia masih dilanda virus corona 19. Tidak terkecuali Kabupaten Rembang. Namun demikian program KKU ini tetap dilaksanakan oleh para peserta KKU dan DPL dalam menjalankan program KKU tetap menjaga dan mengutamakan prokes. Dengan dilaksanakannya program KKU ini diharapkan dapat membantu UMKM untuk pulih dari keterpurukan di masa pandemi covid 19. Dalam pelaksanaan KKU

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *